Apa yang saya tulis kali ini merupakan saran terkait strategi branding Kebab Sohib. Perlu diketahui, saya bukan karyawan Tamma Robah Indonesia, perusahaan yang menawarkan kemitraan Kebab Sohib. Walaupun bukan ‘orang dalam’ saya ingin sekali membantu membesarkan brand Kebab Sohib. Karena itulah saya mentahbiskan diri sebagai brand evangelist Kebab Sohib. Brand evangelist bukan jabatan atau pekerjaan, ini hanya sebutan untuk konsumen sebuah brand yang aktif mempromosikannnya karena kepercayaan terhadap brand tersebut.

Brand merupakan salah satu intangible asset (aset yang tak berwujud) sebuah perusahaan. Brand yang terkenal dan punya reputasi yang baik bisa jadi nilainya lebih tinggi dibanding aset yang berwujud (tangible asset). Oleh karena itu banyak perusahaan global yang memilih fokus dulu membangun brand dibanding membangun pabrik.

Pak Subiakto, seorang praktisi branding yang sudah diakui kepakarannya oleh banyak orang pernah menyampaikan kultwit di Twitter  dengan hastag #BrandBuilder. Arsipnya kultwitnya ada di link hastag tadi. Lewat kultwit tersebut, Pak Subiakto mengingatkan para pengusaha akan pentingnya membangun brand saat menjalankan sebuah bisnis.

Karena brand punya peran penting dalam sebuah bisnis, maka kita harus memikirkan secara serius strategi branding untuk bisnis yang akan kita jalankan. Strategi branding itu meliputi proses kreatif dalam menentukan nama, logo, slogan, kemasan, event dan elemen kreatif lain yang dibuat untuk membangun persepsi di benak pelanggan.

PRODUK dibuat di PABRIK, BRAND diciptakan di benak PIKIRIN

Ide awal Kebab Sohib berasal dari sahabat saya, pemilik perusahaan Tamma Robah Indonesia. Atas bantuan salah satu temannya, jadilah rancangan outlet berbentuk booth portable seperti di bawah ini. Logonya hanya berupa teks. Slogannya pun sederhana, ‘buat ente sob…’.

Oleh tim manajemen Tamma Robah, ide ini diterjemahkan dalam bentuk logo dan bentuk outlet berikut ini.

Berdasar penilaian saya terhadap logo yang dibuat, saya menduga, manajemen Tamma Robah sepertinya ingin menyampaikan deferensiasi produk yang dijual di outlet Kebab Sohib, yaitu adanya pilihan level pedas. Kalau hanya menonjolkan level pedas berarti hanya bicara tentang produk, bukan brand.

Belajar dari kultwit #BrandBuilder Pak Subiakto, brand itu bukan produk. Brand adalah hubungan emosi antara konsumen dengan produk melalui pengalaman pertamanya yang berkesan. Produk memberi manfaat fisik. Brand memberi manfaat emosional. Lewat produk konsumen dapat apa. Lewat brand konsumen menjadi siapa.

Saya bukan praktisi dan ahli branding, tapi saya punya ketertarikan dengan hal-hal yang terkait branding. Menggandengkan ‘sohib’ dengan ‘pedas’, menurut saya terlalu jauh dan terkesan dipaksakan. Selain mudah ditiru, level pedas juga bukan suatu pembeda yang layak dijadikan keunggulan.

Saran saya, identitas brand Kebab Sohib saat ini harus dirombak total.  Yang pertama, ganti slogannya. Slogan ‘buat ente sob…’ selain tidak jelas maknanya juga tidak menjanjikan apa-apa. Padahal salah satu fungsi brand adalah menyampaikan janji kepada konsumen. Saya mengusulkan slogan ‘Halal – Thoyyib – Bersahabat’.  Melaui slogan tersebut saya ingin mengajak mitra Kebab Sohib menjaga komitmen untuk menjual produk yang halal dan baik kualitasnya dengan pelayanan yang bersahabat.

Yang kedua, ganti logonya. Logo baru harus menyesuaikan dengan slogannya. Intinya, logonya harus ada unsur bisnis kebab dan semangat persahabatan. Untuk teknis pembuatan logonya, saya menyarankan penggunaan platform kontes desain seperti Sribu.com. Dengan memanfaatkan platform seperti itu, kita bisa mendapatkan banyak pilihan logo dari banyak desainer dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Yang ketiga, ganti warna identitasnya. Saat ini warna identitas Kebab Sohib menggunakan warna kuning dan hitam. Dua warna ini juga digunakan oleh merek outlet kebab lain yang melakukan rebranding pada tahun 2015.  Agar tidak dianggap meniru, warna identitas Kebab Sohib sebaiknya diganti jadi warna kuning dan hijau. Berdasarkan referensi yang saya baca, warna kuning memiliki arti muda, gembira, imajinasi & persahabatan. Sedangkan warna hijau memiliki arti keberuntungan, kesuburan dan kesehatan.

Selain yang sudah saya sampaikan di atas, masih ada saran lain terkait strategi branding kebab sohib. Akan panjang kalau dituliskan di sini semua. Intinya, strategi branding Kebab Sohib sebaiknya fokus menggali hal-hal yang berhubungan dengan persahabatan. Karena menurut saya, kunci branding Kebab Sohib ada di SOHIB-nya.

https://www.marketingdonut.co.uk/sites/default/files/why-do-small-businesses-need-a-brand-371705137.jpg

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here