Agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal, saya kepikiran untuk membuat kartu member bagi pelanggan Kebab Sohib. Kemudian saya juga kepikiran untuk menyapa pelanggan Kebab Sohib dengan panggilan yang khas. Entah kenapa, saat memikirkan hal itu saya kepikiran dengan kata ‘jamaah’. Kemudian saya juga kepikiran untuk menyebut outlet penjualannya dengan sebutan ‘majelis’. Setelah dipikir-pikir lagi, kenapa nggak sekalian saja mempopulerkan penggunaan hastag #JamaahKuliner dan #MajelisKuliner. Menurut saya, mempopulerkan satu atau beberapa hastag merupakan salah satu strategi branding di era sosial media saat ini.

Saat mencoba memikirkan  lebih matang ide di atas, saya kepikiran untuk mempopulerkan satu hastag yang bisa menjadi tema utamanya. Tiba-tiba muncul ide hastag #IbadahKuliner. Saya teringat dengan sebuah ayat di Al-Quran yang menyatakan bahwa jin dan manusia hanya diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Dengan menggunakan Google saya cari nomor ayat dan kalimat lengkapnya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”
(Q.S Adz-Dzaariyaat : 56)

Berdasarkan firman Allah di atas, dapat kita simpulkan bahwa semua perbuatan kita seharusnya dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah. Artinya, semua yang kita kerjakan harusnya diniatkan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah. Ada hadist yang menyatakan bahwa amal itu tergantung niatnya.

Jadi ibadah itu tidak hanya berbentuk ritual yang disyariatkan agama seperti shalat, puasa, zakat, dan sebagainya. Perbuatan apapun bisa bernilai ibadah kalau kita lakukan dengan niat karena Allah. Tentu saja perbuatan yang dimaksud adalah perbuatan yang tidak melanggar syariat-syariat agama Islam.

Jadi tak ada salahnya kalau saya mencoba mempopulerkan hastag #IbadahKuliner. Sekalian juga saya buatkan akun sosial medianya dan websiste ibadahkuliner.com. Melalui website tersebut saya ingin mempublikasikan konten-konten yang berhubungan dengan dunia kuliner. Saya berharap orang-orang yang berkiprah di dunia kuliner mau ikut memperkaya konten di website tersebut.

Dengan mempopulerkan hastag #IbadahKuliner saya berharap bisa jadi alternatif lain untuk istilah ‘wisata kuliner’ yang sudah duluan populer. Bagi saya pribadi, istilah ‘wisata kuliner’ itu membuat dunia kuliner terkesan hanya urusan dunia dan senang-senang saja. Padahal dunia kuliner juga merupakan urusan dunia akhirat.

Saya juga berharap hastag #IbadahKuliner menjadi pengingat bagi saya dan juga para pelaku bisnis kuliner beserta pelanggannya. Bahwa semua aktifitas terkait dunia kuliner bisa juga menjadi bentuk ibadah kepada-Nya. Dengan begitu kita akan selalu menjaga niat serta mentaati aturan-aturan syariat-Nya.

Setelah saya pikir-pikir lagi, inisiatif untuk mempopulerkan hastag #IbadahKuliner bisa jadi upaya untuk menawarkan sebuah tema yang bisa dibicarakan oleh banyak orang di sosial media. Akan lebih baik lagi kalau mengajak pelaku bisnis kuliner yang lain. Hastag #IbadahKuliner memang tidak terkait langsung dengan bisnis Kebab Sohib, tapi brand Kebab Sohib akan ikut terangkat. Inisiatif ini bisa jadi salah satu kontribusi Kebab Sohib untuk dunia kuliner Indonesia. Rencana saya, salah satu jenis konten di ibadahkuliner.com adalah review tempat-tempat kuliner. Hal ini bisa jadi sarana untuk mengakrabkan Kebab Sohib dengan para pelaku bisnis kuliner yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here