Sesuatu yang dianggap bencana oleh seseorang, bisa jadi merupakan anugerah bagi orang lain. Misalnya pemecatan yang dialami oleh seseorang, mungkin dianggap bencana oleh orang yang mengalaminya, tapi bisa jadi anugerah bagi penggantinya. Dikemudian hari, orang yang mengalami pemecatan bisa jadi berubah pemikiran. Pemecatan yang pernah dialaminya bisa dianggapnya sebagai anugerah karena menjadi jalan bagi dirinya meraih kesuksesan menjadi seorang pebisnis.

Mohon diperhatikan, ada tanda tanya di akhir judul artikel ini. Jadi apa yang saya sampaikan bukan sebuah kepastian. Karena bagi saya, hidup ini misteri. Itulah salah satu indahnya kehidupan. Kalau hidup ini selalu pasti, kita tidak akan pernah merasakan indahnya berharap kepada Tuhan. Bagi saya, sunggu indah makna dibalik kalimat Insya Allah.

Baiklah… ijinkan saya untuk bercerita.

Saya punya seorang sahabat yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri. Saya dipertemukan dengannya, saat jadi mahasiswa Diploma  3 Teknik Elektro ITS, Surabaya. Sahabat saya ini sudah banyak membantu saya . Saat saya tidak punya tempat tinggal, dia memberi saya tumpangan untuk tinggal di kostannya. Saat saya tidak bisa melanjutkan kuliah, dia memberi saya modal untuk merintis bisnis . Walau bisnisnya tidak berjalan sesuai harapan, dia tak pernah bosan mengulurkan tangannya kepada saya.

Setelah saya memutuskan pindah ke Bekasi, kemudian menikah, sahabat saya masih sering membantu saya. Dia pernah memberi dana untuk tambahan beli seperangkat komputer saat saya merintis bisnis pembuatan cd tutorial. Alhamdulillah bisnis CD Tutorial ProActive yang saya rintis tahun 2003 pernah mengalami kejayaan. Saya pernah punya lebih dari 35 karyawan dan punya 11 konter penjualan di Toko Buku Gramedia. Dari bisnis tersebut, saya bisa memberikan beasiswa kepada 6 orang untuk kuliah hingga mereka lulus. Itulah kebaikan yang bisa saya banggakan kepada sahabat saya. Kebaikannya saya sebarkan lagi kepada orang lain.

Akhir tahun 2012 bisnis cd tutorial saya mulai goyah dan terpaksa saya tutup pada awal tahun 2014. Saya bangkrut dan terpuruk. Saya mengakui kebangkrutan dan keterpurukan yang saya alami merupakan bentuk teguran Tuhan. Terlalu panjang kalau saya ceritakan kesalahan-kesalahan saya di sini. Yang pasti saya bersyukur Tuhan masih menegur saya, itu berarti Tuhan masih peduli dengan saya. Bagi saya, hukuman terberat Tuhan adalah saat Dia tidak peduli lagi dengan apa yang saya lakukan.

Saat bangkrut dan terpuruk, beberapa kali saya minta tolong sahabat saya. Alhamdulillah dia tidak pernah bosan untuk membantu. Justru saya sendiri yang merasa sungkan. Beberapa bulan saya tidak menghubunginya. Tiba-tiba satu bulan yang lalu dia menghubungi saya. Dia minta dibantu  mencari rekomendasi agar putri kembarnya bisa pindah sekolah ke sebuah pesantren di Malang. Kebetulan saya kenal dengan salah satu pengurus pesantren tersebut. Saya coba bantu sebisanya. Alhamduillah putri kembar sahabat saya bisa diterima pesantren tersebut.

Mungkin sebagai bentuk rasa syukur putrinya diterima di pesantren pilihan mereka, sahabat saya mengundang saya datang ke acara rapat kerja perusahaannya, Tamma Robah Indonesia. Setelah menjadi pendengar di rapat kerja tersebut saya tahu bahwa sahabat saya sedang merencanakan untuk memperbesar skala bisnis perusahaannya. Untuk mewujudkan rencana tersebut, tentu dibutuhkan SDM yang berkualitas. Sahabat saya memprioritaskan untuk memberdayakan karyawan yang ada saat ini. Untuk itu saya diminta untuk mengupgrade skill karyawannya, khususnya skill yang berhubungan dengan komputer dan teknologi informasi.

Salah satu divisi bisnis Tamma Robah Indonesia adalah Tamma Food. Produsen dan supplier bahan baku kebab. Sahabat saya merintis bisnis ini sejak tahun 2005.  Tamma Food merupakan salah satu produsen tortilla yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Walaupun lokasinya di Surabaya, Tamma Food sudah menjadi mitra pebisnis kebab di seluruh Indonesia. Tahun 2018 ini Tamma Food menargetkan untuk meningkatkan jumlah produksi tortilla hingga tiga kali lipat dari sebelumnya.

Untuk mengimbangi peningkatan produksi Tamma Food, sahabat saya berinisiatif menawarkan peluang bisnis kemitraan menggunakan brand Kebab Sohib. Semakin banyak pihak yang menjadi mitra Kebab Sohib maka produksi Tamma Food akan lebih mudah tersalurkan. Sebelumnya, sahabat saya sudah punya peluang bisnis kemitraan dengan brand IndoKebab. Saya tidak tahu kenapa dia tidak mengelola brand tersebut lebih serius.

Entang kenapa, saya sangat tertarik dengan brand Kebab Sohib. Kata SOHIB mewakili semangat persahabatan. Saat saya tanya, dari mana datangnya ide brand Kebab Sohib, sahabat saya mengatakan bahwa idenya muncul begitu saja saat dia ngobrol di masjid berasama teman-temannya. Apakah ini sebuah pertanda dari Tuhan?

Website ini saya buat tanpa memberitahu dulu sahabat saya. Saya membeli domain dan hostingnya menggunakan uang saya sendiri. Sebelumnya ada website kebabsohib.com yang sudah dibuat dan dikelola oleh manajemen Tamma Robah. Karena ini website saya sendiri, apa yang ada di website ini merupakan pemikiran saya pribadi. Jadi website ini tidak mewakili  kebijakan manajemen Tamma Robah Indonesia.

Mudah-mudahan saya diberi kesempatan untuk ikut membesarkan brand Kebab Sohib. Ada banyak ide yang ingin saya wujudkan. Saya berharap kontribusi saya dalam membesarkan brand Kebab Sohib tidak hanya menjadi anugerah bagi saya dan sahabat saya tapi jadi anugerah juga untuk banyak orang. Kalau seandainya tidak ada kesempatan itu, bisnis Kebab Sohib dan semua orang yang terlibat di dalamnya akan selalu ada dalam doa-doa saya. Apa pun kelanjutannya nanti, keberadaan website ini insya Allah akan tetap saya pertahankan.

*sumber foto : http://www.readersdigest.ca/wp-content/uploads/2016/08/word-power-quiz-question-mark-1024×683.jpg

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here